BeritaRegional

Ruwat Jalur Tengkorak, Warga Silayur Akan Gelar Sedekah Bumi dan Wayang Kulit

15
×

Ruwat Jalur Tengkorak, Warga Silayur Akan Gelar Sedekah Bumi dan Wayang Kulit

Sebarkan artikel ini

Sedekah bumi merupakan tradisi turun-temurun yang mencerminkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan keselamatan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat hubungan sosial antarwarga serta menjaga keberlanjutan budaya lokal.

Secara historis, tradisi ini tidak lepas dari peran tokoh setempat, Mbah Kromo, yang pernah menjabat sebagai Kepala Dukuh Duwet.

Pada masa kepemimpinannya, kawasan turunan Silayur dikenal sering terjadi kecelakaan dengan intensitas tinggi, bahkan hampir setiap pekan.

Melalui laku tirakat, Mbah Kromo diyakini memperoleh petunjuk agar masyarakat rutin menggelar doa bersama, sedekah bumi, dan pagelaran wayang kulit.

Tradisi tersebut kemudian dipercaya membawa perubahan signifikan, dengan kondisi wilayah yang berangsur lebih aman dan kehidupan warga menjadi lebih tenteram.

Pasca wafatnya Mbah Kromo, tradisi ini sempat dilanjutkan oleh Mbah Nasir. Namun, setelah itu kegiatan tersebut terhenti selama sekitar 46 tahun.