“Prinsipnya, kesehatan warga harus terjamin. Jangan sampai ada yang tidak tertangani karena kendala administrasi,” jelas Agustina.
Selain itu, Pemkot juga menghadirkan Rumah Inspirasi sebagai ruang pemberdayaan bagi penyandang disabilitas, agar semakin banyak warga yang mendapatkan akses pendampingan dan penguatan kapasitas.
Rangkaian buka puasa bersama di Masjid Nurul Huda turut dimeriahkan penampilan Band Senopati, Semarang Idol, serta kehadiran pasar takjil dan pasar murah Kempling Semar yang membantu warga memperoleh kebutuhan dengan harga terjangkau.
Melalui safari Ramadan ini, Agustina berharap kebersamaan yang terjalin dapat memperkuat semangat gotong royong warga dalam membangun Kota Semarang yang semakin inklusif, tangguh, dan berdaya saing.
“Ramadan mengajarkan kepedulian dan kebersamaan. Semoga ikhtiar kita bersama membawa berkah bagi keluarga kita dan bagi Kota Semarang,” pungkasnya.***












