Kehadiran atraksi Rampak Bedug serta dentuman Drumband dari Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang menjadi daya tarik utama.
Wali Kota menjelaskan bahwa inovasi ini dihadirkan untuk memberikan energi baru pada karnaval rakyat yang kini lebih banyak melibatkan komunitas seni lokal.
“Tahun ini, kami juga memberikan sentuhan seni budaya yang lebih kaya dan melibatkan penampil dari berbagai komunitas seni di Kota Semarang. Kehadiran Rampak Bedug dan Drumband PIP juga memberikan nuansa megah yang menyatukan semangat muda dan tua dalam menyambut bulan suci,” kata Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.
Guna menghidupkan ekonomi kerakyatan, kawasan Alun-alun hingga koridor Semarang Utara ditata dengan zonasi yang lebih rapi.
Sepanjang Jalan Ki Narto Sabdo juga bertransformasi menjadi area bazar UMKM, sementara sisi Alun-alun Masjid Agung Semarang hingga Jalan Agus Salim dipadati dengan wahana permainan serta panggung hiburan rakyat yang menyuguhkan kesenian lokal hingga dangdut jadoel “Om Lorenza”.












