Kesejahteraan Warga Meningkat, Angka Kemiskinan Terus Turun
Upaya pembangunan kesehatan tidak bisa dilepaskan dari upaya pengentasan kemiskinan. Data menunjukkan, angka kemiskinan di Kota Semarang konsisten turun dalam lima tahun terakhir.
Pada tahun 2020, angka kemiskinan masih di angka 11,84 persen. Kini di tahun 2025, diperkirakan tinggal 9,36 persen.
Tren penurunannya sangat konsisten: 11,25 persen (2021), 10,98 persen (2022), 10,77 persen (2023), 10,19 persen (2024), 9,71 persen, dan kini 9,36 persen di tahun 2025. Ini artinya, semakin sedikit warga Semarang yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Mereka yang dulunya kesulitan mengakses layanan kesehatan karena terbentur biaya, kini mulai bisa bernapas lega.
Program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan perluasan jaminan kesehatan berjalan beriringan. Ketika warga sehat, mereka bisa bekerja produktif. Ketika ekonomi membaik, mereka bisa hidup lebih layak.












