“Kemiskinan dan kesehatan itu terkait erat. Warga miskin rentan sakit, dan warga sakit bisa jatuh miskin. Karena itu, kami intervensi keduanya sekaligus. Alhamdulillah, angkanya terus menunjukkan perbaikan,” jelas Agustina.
Semarang Makin Terlindungi, Hampir Semua Warga Punya Jaminan Kesehatan
Salah satu pencapaian paling membanggakan di bidang kesehatan adalah perluasan kepesertaan Universal Health Coverage (UHC) . Artinya, makin banyak warga kota Semarang yang terlindungi jaminan kesehatan.
Tahun 2024 lalu, peserta UHC tercatat sebanyak 98.261 orang. Kini di tahun 2025, jumlahnya melonjak drastis menjadi 228.859 peserta.
Dalam setahun, bertambah 130.598 warga yang kini punya akses layanan kesehatan tanpa pusing memikirkan biaya.
Ini bukan sekadar angka. Ini artinya, ketika ada warga yang sakit, mereka bisa berobat dengan tenang. Ketika ada ibu yang hendak melahirkan, ia tidak perlu khawatir soal tagihan rumah sakit.












