Menurutnya, keterlibatan aktif warga masyarakat menjadi kunci keberhasilan menjaga keselamatan lingkungan.
Dirinya ingin pola sinergi di Semarang Tengah ini menjadi standar baru bagi wilayah lain.
“Kalau warga di kecamatan lain juga bisa bekerja sama seperti ini, Kota Semarang akan jauh lebih bersih. Dengan turun langsung, persoalan lapangan seperti tanggul rusak, pinggiran sungai yang sudah brogos (keropos), pohon-pohon yang sudah rimbun, atau hambatan teknis lainnya bisa segera kelihatan dan kita bereskan tanpa menunggu lama,” katanya.
Tidak hanya fokus pada mitigasi bencana, Agustina memproyeksikan jalan inspeksi sungai tersebut sebagai ruang publik produktif.
Dia berencana menyulap jalur tersebut menjadi trek sepeda yang estetik guna mendukung sektor pariwisata kota.
“Jika jalan inspeksinya rapi dan rata, ini bisa jadi trayek sepeda. Orang sekarang senang bersepeda dan berjalan-jalan. Ini bisa kita upayakan,” jelasnya.












