“Pendekatan ini penting agar kesiapan teknologi berjalan seimbang dengan partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Hanif Faisol Nurofiq menilai proyek PSEL sebagai langkah strategis dalam menjawab persoalan sampah yang kian kompleks di kota-kota besar.
Ia menyebut, pemanfaatan sampah menjadi energi merupakan solusi efektif dalam menekan volume limbah secara signifikan.
Di tingkat provinsi, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari strategi besar pengelolaan sampah di wilayahnya.
Pemerintah provinsi juga tengah mendorong pembentukan satuan tugas percepatan penanganan sampah serta pengembangan teknologi alternatif seperti refuse derived fuel (RDF).
Ia mengungkapkan, tantangan pengelolaan sampah di Jawa Tengah masih cukup besar.
Dari total 35 kabupaten/kota, sebanyak 29 daerah masih menerapkan praktik pembuangan terbuka (open dumping) yang sejatinya telah dilarang.












