“Kota Semarang kaya akan potensi dan hidden gem, mulai dari wisata sejarah, kuliner, hingga wisata alam berbasis masyarakat seperti kawasan Goa Kreo, Waduk Jatibarang, hingga pesisir,” ujar Agustina.
Menurutnya, potensi wisata di tingkat kampung perlu dikemas dengan cara yang lebih kreatif. Tidak cukup hanya memiliki tempat yang menarik, tetapi juga diperlukan narasi yang kuat serta pemanfaatan teknologi digital agar semakin dikenal masyarakat luas.
Di sinilah, kata Agustina, peran pemuda menjadi penting.
Pemuda dinilai memiliki energi, kreativitas, serta jejaring yang dapat dipadukan dengan sumber daya dan fasilitas yang dimiliki Pemerintah Kota Semarang.
“Kota Semarang memiliki sumber daya dan fasilitas, sementara pemuda memiliki energi, kreativitas, dan jejaring. Ketika ini dikolaborasikan, destinasi lokal bisa menjadi ruang tumbuh UMKM dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.












