Agustina menegaskan bahwa masa depan kota tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya.
Menurutnya, manajemen talenta merupakan ikhtiar strategis untuk memastikan setiap aparatur ditempatkan sesuai kompetensi, kinerja, dan potensi terbaiknya.
“Kota yang besar membutuhkan birokrasi yang unggul. Manajemen talenta adalah cara kita menata manusia di balik sistem, agar setiap keputusan lahir dari kapasitas, bukan sekadar posisi,” tegas Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.
Terkait penghargaan dari BKN yang diterima, Agustina menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar capaian tersebut menjadi pemicu untuk bekerja lebih baik.
Dirinya menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah untuk terus berbenah.
“Penghargaan ini kami terima dengan penuh rasa syukur, sekaligus sebagai pengingat bahwa masih banyak yang harus kita tingkatkan,” katanya.












