Di sisi lain, Dhofir juga menyoroti padatnya rangkaian pertandingan Porprov yang harus dijalani para pemain.
Durasi kompetisi yang panjang dan melelahkan dinilai turut memengaruhi kondisi fisik serta konsentrasi pemain, terutama saat menghadapi pertandingan final.
Menurutnya, kesiapan fisik dan mental menjadi modal penting bagi sebuah tim untuk mempertahankan performa hingga pertandingan terakhir.
“Event ini berlangsung sangat panjang dan melelahkan. Pemain yang siap secara fisik dan mental tentu memiliki peluang lebih besar untuk menjadi juara. Faktor kelelahan juga bisa memengaruhi performa sehingga pemain tidak bisa tampil maksimal pada pertandingan final,” pungkasnya.
Raihan medali perak tersebut menjadi catatan positif bagi sepak bola Kota Semarang. Meski belum berhasil mencapai podium tertinggi, pencapaian di Porprov Jateng 2026 menjadi modal penting untuk meningkatkan prestasi dan mempersiapkan regenerasi pemain pada kompetisi berikutnya.***












