Perjalanan Delvino mengenal olahraga panjat tebing terbilang tidak biasa. Saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), ia sempat menolak ajakan temannya untuk mengikuti latihan panjat tebing karena belum mengetahui seperti apa olahraga tersebut.
Namun, ketika mulai masuk SMP, Delvino akhirnya memutuskan mencoba. Dari pengalaman pertama itulah ketertarikannya tumbuh hingga kemudian serius menekuni olahraga yang mengandalkan kekuatan, kecepatan, dan ketangkasan tersebut.
“Setelah gabung ternyata seru. Awalnya pas SD saya tolak ajakan teman buat latihan panjat tebing karena enggak tahu olahraga panjat tebing seperti apa,” tuturnya.
Sejak saat itu, Delvino terus mengembangkan kemampuannya. Menariknya, dalam kurun waktu sekitar satu tahun menekuni panjat tebing, ia sudah mampu bersaing di level provinsi dan mempersembahkan medali untuk Kota Semarang.












