Ketiga lokasi tersebut dipilih karena dinilai telah memenuhi standar operasional yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Fasilitas di Rejosari, Kedung Mundu, dan Pedalangan sangat representatif untuk dijadikan contoh pembelajaran bagi peserta nasional,” jelas Agustina.
Dalam kunjungan tersebut, peserta akan melihat secara langsung tata kelola distribusi makanan, mulai dari proses produksi hingga penyajian yang telah memenuhi standar kesehatan, termasuk sertifikasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Agustina menambahkan, keberhasilan operasional SPPG tidak lepas dari penerapan standar kebersihan dan kualitas yang ketat.
“Ketiga SPPG tersebut memiliki keunggulan pada alur pelayanan yang tertata dan fasilitas yang memadai. Standarisasi kualitas makanan dan kebersihan menjadi kunci utama dalam operasional,” ujarnya.
Pemerintah Kota Semarang berharap dialog nasional ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.












