Sebanyak delapan siswa tampil secara bergantian untuk mempraktikkan kemampuan membacakan berita di hadapan peserta lainnya.
Dalam sesi tersebut, siswa dilatih menerapkan teknik artikulasi, intonasi, pelafalan, pengaturan tempo bicara, serta penggunaan ekspresi dan bahasa tubuh yang sesuai dengan kaidah pembacaan berita.
Praktik ini sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mengasah kemampuan berkomunikasi di depan umum.
Melalui pelatihan tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam menyampaikan informasi kesehatan secara akurat, menarik, dan mudah dipahami masyarakat.
“Kami berharap kegiatan PkM ini dapat membekali siswa SMK Yayasan Pharmasi Semarang dengan keterampilan komunikasi yang relevan dengan bidang kesehatan.
Dengan kemampuan public speaking yang baik, siswa diharapkan dapat berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan media digital,” ungkapnya.***(bgy)












