Namun, seiring waktu kondisinya berangsur membaik. Ia tetap berupaya menjalani pertandingan dengan bekal persiapan dan pengalaman yang dimiliki.
Bagi Ksatria, menjadi atlet bukan semata-mata tentang mengejar medali. Kesempatan membela Kota Semarang merupakan kebanggaan sekaligus ruang untuk menguji kemampuan, membangun mental bertanding, dan menambah pengalaman di tingkat provinsi.
Pengalaman saat belum berhasil meraih medali pada PON Aceh-Sumut 2024 juga menjadi pengingat bahwa perjalanan seorang atlet membutuhkan proses panjang. Evaluasi, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam perjalanan meraih prestasi.
Didikan sang ayah sejak kecil menjadi fondasi yang menguatkan langkah Ksatria hingga saat ini. Dukungan keluarga, konsistensi latihan, serta pengalaman menghadapi berbagai kompetisi menjadi bekal untuk terus berkembang.












