Metode pembelajaran dirancang secara interaktif agar peserta tidak hanya memahami struktur dan kosakata Bahasa Mandarin, tetapi juga mampu menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.
Siapkan Kelas untuk Kebutuhan Bisnis dan Industri
Selain pembelajaran dasar, USM LCC bersama LKP Pelangi Megah Education juga menyiapkan kelas percakapan yang berorientasi pada kebutuhan bisnis dan industri.
Kelas tersebut menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Karena itu, peserta diharapkan telah memiliki kemampuan dasar Bahasa Inggris agar dapat mengikuti materi dengan baik.
Menurut Adi, kehadiran program ini diharapkan menjadi alternatif pembelajaran bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan berbahasa Mandarin, baik untuk kebutuhan akademik, komunikasi sehari-hari, maupun pengembangan karier.
“Pembukaan kelas Bahasa Mandarin ini diharapkan dapat memperluas akses pembelajaran bahasa asing di lingkungan USM sekaligus memberikan alternatif bagi mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum yang ingin meningkatkan kompetensi Bahasa Mandarin serta memperoleh informasi mengenai peluang pendidikan di Taiwan,” ujarnya.












