“Yang penting adalah bahwa kami bersama seluruh warga Kota Semarang berharap setiap sudut Kota Lama ini diabadikan. Kemudian hasilnya disebarluaskan. Kalau hanya menjadi koleksi pribadi, aduh sayang banget,” ujar Agustina.
Bagi Agustina, fotografi bukan sekadar aktivitas menangkap gambar. Karya visual juga dapat menjadi jendela untuk memperlihatkan kekayaan sejarah, suasana, dan kehidupan sebuah kota kepada orang-orang yang belum pernah mengunjunginya.
Melalui foto yang dibagikan di berbagai platform, masyarakat dapat mengenal lebih dekat wajah Kota Lama.
Bukan hanya bangunan ikonik yang menjadi daya tarik, melainkan juga suasana kawasan, keramahan warga, serta pilihan kuliner yang melengkapi pengalaman wisata.
DOSS Photolympic 2026 diselenggarakan oleh DOSS bersama Program Studi Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro.












