“Awareness terhadap sampah yang ada di wilayah kita itu datangnya dari kita. Bapak-bapak wis ora sabar. Kenapa? Karena kita tekun. Maka cocok ini perempuan berbicara, Semarang bergerak. Tugas kita adalah membangunkan kesadaran masyarakat,” tegasnya.
Namun, kontribusi perempuan tidak berhenti pada urusan rumah tangga dan lingkungan.
Pemberdayaan ekonomi keluarga juga menjadi bagian penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Melalui program Waras Ekonomi untuk UMKM dan IKM, perempuan diharapkan turut mengambil bagian dalam mengembangkan usaha serta memperkuat kemandirian ekonomi.
Perhatian terhadap keluarga dan kelompok rentan juga tercermin dalam agenda percepatan penanganan stunting serta rencana pembentukan Rumah Inspirasi bagi penyandang disabilitas di setiap kecamatan.
Semangat tersebut sejalan dengan peluncuran program “Fatayat Berdaya – Perempuan Menjaga Keluarga, Merawat Kota”.












