Lebih lanjut, Agustina juga mengapresiasi jajaran Lapas Perempuan Klas IIA Wanita Semarang yang dinilai berhasil membangun ekosistem pembinaan yang aman, nyaman, dan produktif.
Lingkungan tersebut mendorong warga binaan untuk terus berkarya, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.
“Saya melihat ada harapan besar di tempat ini. Ketika warga binaan diberikan ruang untuk berkreasi dan dihargai karyanya, maka mereka akan lebih siap, baik secara mental maupun keterampilan terutama saat nanti kembali ke masyarakat,” paparnya.
Rangkaian acara juga diisi dengan peluncuran dan lelang mahakarya berupa batik masterpiece karya warga binaan, di antaranya motif Batik Malini Padma dan Bunga Teratai.
Lelang ini menjadi simbol kepercayaan sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap proses pembinaan dan kemandirian ekonomi warga binaan.












