Sebagai salah satu langkah awal, Kempling Semar akan menjadi jaringan yang dipersiapkan untuk menampung hasil produksi masyarakat.
Ke depan, jaringan tersebut diharapkan dapat berkembang dan terhubung dengan pasar yang lebih luas.
Pemkot Semarang juga telah menyiapkan tahapan pengembangan program tersebut. Untuk tahap awal, pengajuan dan pemetaan lahan produktif ditargetkan dapat diselesaikan pada Januari 2027.
Selanjutnya, pola tanam terpadu mulai dijalankan pada Februari 2027. Program tersebut akan menjadi percontohan yang kemudian dievaluasi pada akhir 2027 sebelum dikembangkan lebih luas pada 2028.
Menurut Agustina, pengembangan pertanian perkotaan menjadi semakin penting karena dapat membantu menjaga ketersediaan pangan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kondisi lingkungan dan kebutuhan pangan yang terus berubah juga membutuhkan pola pengelolaan yang lebih adaptif.












