“Terima kasih kepada teman-teman dari Brimob atas bantuan teknologinya. Selanjutnya kita akan melakukan pengendalian arus masuk ke TPA Jatibarang,” ujar Agustina.
Untuk meningkatkan akurasi pendeteksian, operasi pemantauan menggunakan drone thermal dijadwalkan berlangsung pada malam hingga pagi hari, mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi gangguan pembacaan suhu akibat panas matahari yang tersimpan di permukaan tanah dan material sampah.
AKP Sukrisman dari Satbrimob Simongan menjelaskan, pemantauan pada malam hari diharapkan dapat menghasilkan data titik panas yang lebih optimal.
“Iya, nanti jam 00.00 malam kita mulai kerja sampai pagi jam 6.00. Karena kalau tanah masih kena panas matahari, deteksinya tidak maksimal,” kata Sukrisman.
Selain mengoptimalkan pemantauan titik panas, Pemerintah Kota Semarang juga memperketat pengawasan akses masuk ke kawasan TPA Jatibarang.












