Lebih lanjut, Pemkot Semarang juga mengantisipasi potensi risiko kesehatan akibat perubahan cuaca di akhir tahun.
Curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem dinilai dapat memicu penyakit musiman serta meningkatkan risiko bencana.
Oleh karena itu, kesiapsiagaan kesehatan diarahkan tidak hanya pada pelayanan kuratif, tetapi juga upaya promotif dan preventif selama Nataru.
Agustina Wilujeng mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan pribadi dan keluarga selama Nataru, terutama saat melakukan perjalanan atau mengikuti kegiatan dengan kerumunan besar.
Ia meminta warga segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan kesehatan.
“Libur Nataru harus tetap aman dan nyaman. Pemerintah sudah menyiapkan pelayanan kesehatan, namun masyarakat juga harus disiplin tetap menjaga kesehatan masing-masing,” ungkapnya.












