“Kita bergerak cepat setelah titik api utama di TPA Jatibarang berhasil dikendalikan hingga 93 persen. Namun langkah penanganan tidak boleh berhenti di situ,” kata Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.
“Ada tiga hal yang harus kita pastikan bersama: pemadaman tuntas hingga titik asap hilang, pencegahan timbulnya titik api baru, dan yang paling krusial adalah melindungi kesehatan masyarakat dari dampak debu serta asap,” tegas Agustina.
Bagi Agustina, keberhasilan penanganan kebakaran bukan semata-mata diukur dari berkurangnya titik api.
Perlindungan terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi juga menjadi bagian penting dari upaya pemulihan.
Penyiraman jalan dilakukan untuk mengurangi debu yang menempel di permukaan aspal agar tidak kembali terangkat ke udara akibat aktivitas kendaraan maupun angin.
Debu hasil pembakaran sampah berpotensi mengandung partikel halus PM2,5, PAH, karbon hitam, serta logam berat yang dapat berdampak terhadap kesehatan.












