Sekretaris Regional Ibu Profesional Semarang, Rovanty Frizdew menjelaskan bahwa konsep bayar seikhlasnya sengaja diterapkan agar semua pihak tetap memiliki kesempatan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar aksi amal atau charity, tetapi juga bagian dari gerakan edukatif yang menumbuhkan empati, kepedulian, dan pemberdayaan di tengah masyarakat.
“Kami ingin setiap orang bisa menakar kebutuhan dan kemampuan dirinya. Dengan begitu lingkaran kepedulian ini tidak terputus. Dari donatur pakaian hingga pembeli, semuanya mendapatkan nilai dari kegiatan ini,” kata Rovanty.
Dari bazar pakaian bekas tersebut, panitia berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp1.021.000. Dana tersebut selanjutnya akan disalurkan kembali melalui gerakan sosial Sejuta Cinta Ibu Profesional Semarang untuk mendukung berbagai program sosial berikutnya.












