Menurut Elly, kesiapan menjadi tuan rumah tidak hanya diukur dari kelengkapan sarana dan prasarana, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia serta kuatnya budaya Qur’ani di tengah masyarakat.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Semarang terus mendorong pelaksanaan MTQ mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan sebagai wadah pembinaan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Kami ingin MTQ Nasional 2026 tidak hanya sukses sebagai sebuah penyelenggaraan, tetapi juga meninggalkan dampak positif berupa semakin kuatnya budaya Qur’ani, meningkatnya kualitas generasi muda, serta tumbuhnya semangat kebersamaan masyarakat Kota Semarang,” tutur Elly.
Ia menambahkan, penyelenggaraan MTQ Nasional merupakan momentum strategis untuk memperkenalkan Kota Semarang sebagai daerah yang religius, toleran, inklusif, serta memiliki semangat kebersamaan yang kuat dalam menyambut tamu dari seluruh Indonesia.












