Ia menyebut semangat tersebut sejalan dengan filosofi Warak Ngendog, yang selama ini menjadi salah satu simbol persatuan dan keberagaman masyarakat Kota Semarang.
Sambutan Hangat untuk Para Kafilah
Semarak pembukaan MTQ Nasional XXXI juga dirasakan para kafilah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah seorang peserta dari Provinsi Banten, Ayas Lukman Hakim, mengaku terkesan dengan penyambutan dan persiapan yang dilakukan tuan rumah.
“Sambutannya sangat maksimal. Setiap kafilah dan tamu undangan diberikan pendamping atau Liaison Officer.
Ini membuat kami merasa sangat dihargai dan merasakan MTQ ini benar-benar disiapkan untuk mensyiarkan silaturahmi,” ujarnya.
Menurutnya, pelayanan kepada para peserta membuat suasana MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antardaerah.
MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang dijadwalkan berlangsung hingga 20 September 2026 dengan melibatkan kafilah dari berbagai provinsi di Indonesia.












