Namun, ia menilai keberhasilan sebagai tuan rumah juga ditentukan oleh kemampuan memperkenalkan karakter khas Kota Semarang kepada para tamu.
“Kami ingin para kafilah dan tamu yang datang ke Semarang tidak hanya merasakan pelayanan terbaik, tetapi juga mengenal sejarah kota ini, mengunjungi jejak perjuangan Sunan Pandanaran, serta merasakan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi, budaya, dan nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.
Rangkaian Haul Sunan Pandanaran 1448 Hijriah telah dimulai sejak 3 Juli 2026 melalui kegiatan tabur bunga di makam Ki Ageng Pandanaran.
Selanjutnya digelar Tawasul Akbar yang dipimpin Prof. Dr. Mustafid, dan seluruh rangkaian akan ditutup dengan Kirab Budaya Ki Ageng Pandanaran pada 11 Juli 2026.
Ketua Yayasan Sunan Pandanaran, Aris Pandan Setiawan, mengatakan haul menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga warisan perjuangan Ki Ageng Pandanaran sekaligus menanamkan nilai-nilai keteladanan kepada generasi muda.












