Dari hasil pembersihan, petugas menemukan endapan tanah bercampur berbagai jenis sampah, seperti gelas plastik dan plastik berukuran kecil yang terbawa aliran air lalu mengendap di dasar saluran.
Material tersebut dinilai dapat mengurangi kapasitas drainase jika tidak segera dibersihkan.
Selain mengeruk sedimen, DPU juga melakukan pemeliharaan terhadap grill atau penutup saluran drainase untuk memastikan sistem pengendali air tetap berfungsi dengan baik.
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa setiap pintu masuk gorong-gorong sebenarnya telah dilengkapi grill penyaring sampah.
Namun, sampah berukuran kecil masih kerap lolos dan terbawa aliran air hingga akhirnya mengendap bersama sedimen.
“Grill di setiap pintu masuk gorong-gorong yang tertutup sudah ada. Namun memang masih ada sampah-sampah kecil yang lolos,” jelas Suwarto.












