Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Sudjarwanto Dwiatmoko, mengatakan Ayudiah sempat mendapatkan penanganan awal di lokasi kejadian. Tangan korban dibebat untuk menghentikan perdarahan sebelum dibawa ke rumah sakit.
“Berdasarkan keterangan yang mengantar ke rumah sakit saat kejadian, almarhumah dalam keadaan sadar,” kata Sudjarwanto kepada wartawan di RS Primaya Semarang, Rabu siang.
Direktur RS Primaya Semarang, dr. Aditya Nugraha, menjelaskan Ayudiah pertama kali diterima melalui instalasi gawat darurat (IGD) pada Senin (26/10/2026).
Setelah menjalani pemeriksaan dan penanganan awal, pasien kemudian dikonsultasikan kepada dokter spesialis ortopedi untuk mempersiapkan tindakan operasi.
Operasi dilaksanakan pada Selasa (27/10/2026) dan selesai sekitar pukul 20.00 WIB. Aditya menjelaskan tindakan medis tersebut bukan termasuk operasi mayor atau operasi besar.












