Usai menjalani operasi, kondisi Ayudiah sempat dilaporkan baik. Pasien dalam keadaan sadar penuh, mampu berkomunikasi, kemudian dipindahkan ke kamar perawatan untuk menjalani pemantauan lebih lanjut.
Petugas medis juga masih memberikan obat-obatan sekitar pukul 23.00 WIB. Bahkan, berdasarkan pemeriksaan sekitar pukul 03.00 WIB, Ayudiah dilaporkan masih bernapas dan menunjukkan gerakan saat tertidur.
Namun, beberapa jam kemudian kondisinya berubah. Sekitar pukul 05.30 WIB, petugas mendapati Ayudiah sudah tidak sadarkan diri, tidak bernapas, serta tidak menunjukkan denyut jantung.
“Saat akan dibangunkan, pasien dalam kondisi tidak sadar, tidak bernapas, tidak ada denyut jantung,” ungkap Aditya.
Pihak rumah sakit menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya atlet berusia 19 tahun tersebut. Meski demikian, tim medis belum dapat memastikan penyebab kematian Ayudiah dan masih melakukan penelusuran lebih lanjut.












