Selain itu, pembahasan juga mencakup pengembangan program magang mahasiswa, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan kompetensi dan sertifikasi bagi dosen maupun mahasiswa yang nantinya terlibat dalam pengembangan Program Studi D-4.
Menurut Edy, dunia kerja saat ini tidak hanya menuntut lulusan yang menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan pengakuan kompetensi melalui sertifikasi profesi.
“Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya kami menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan sertifikasi yang dibutuhkan industri. Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali teori, tetapi juga harus memiliki kompetensi yang terukur dan tersertifikasi setelah menyelesaikan studinya,” katanya.
Ia menambahkan, audiensi tersebut menunjukkan keseriusan FE USM dalam memperluas jejaring kemitraan dengan institusi pendidikan tinggi yang memiliki pengalaman kuat di bidang pendidikan vokasi.












