Sementara itu, Gelora Muda menghadirkan berbagai kompetisi yang melibatkan pelajar dan mahasiswa, di antaranya lomba kuliner jajanan khas Semarang, fashion show busana adat Semarangan, modern dance, lomba band, solo vokal, futsal, bulutangkis, hingga e-sport.
Bagi Pemerintah Kota Semarang, Porwakos bukan sekadar ajang mencari juara. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk semakin gemar berolahraga sekaligus memperkuat hubungan antarsesama warga.
Agustina menilai olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai latar belakang.
Di arena pertandingan, semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan semangat, kerja sama, dan sportivitas.
“Kota yang sehat adalah kota yang warganya senang bergerak. Porwakos kita jadikan sebagai ruang pertandingan untuk mempererat persaudaraan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus menghadirkan ruang-ruang publik yang mendukung aktivitas olahraga masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga.












