Menurutnya, manfaat ekonomi dari penyelenggaraan MTQ tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha yang berada di sekitar lokasi utama kegiatan.
Aktivitas para tamu selama berada di Kota Semarang juga ikut menghidupkan berbagai usaha di sejumlah wilayah.
Untuk memperluas peluang tersebut, panitia MTQ Nasional XXXI turut menghadirkan pameran dan bazar yang melibatkan 89 pelaku usaha.
Beragam produk lokal ditawarkan kepada para peserta dan pengunjung, mulai dari makanan, minuman hingga aneka oleh-oleh khas Semarang.
Sejumlah kuliner khas yang dipasarkan antara lain lunpia, tahu petis, bandeng presto, wingko, ganjel rel hingga moaci.
Selain pelaku UMKM, sejumlah produk juga berasal dari komunitas serta kelurahan di Kota Semarang.
Agustina pun mengajak para pelaku UMKM memanfaatkan momentum MTQ Nasional sebagai sarana memperluas pasar dan memperkenalkan produk lokal kepada konsumen dari luar daerah.












