Untuk wilayah Selatan, total pelanggan PDAM ada sekitar 5.000 sambungan. Dengan adanya penurunan jumlah air baku dan sistem gilir ini, ia meminta para pelanggan di wilayah Selatan untuk menyediakan tandon atau penampungan air mandiri. Pasalnya, adanya tandon sangat penting untuk menyimpan pasokan air saat jadwal aliran sedang menyala.
“Kami sarankan pelanggan memikirkannya dengan menampung air di tandon saat jadwal aliran menyala. Pasokan ini bisa digunakan sebagai cadangan di 12 jam berikutnya ketika aliran sedang mati,” katanya.
Pihaknya memastikan bahwa skenario giliran ini hanya berdampak pada sebagian wilayah Semarang Selatan. Untuk wilayah pelayanan Semarang Barat, Utara, dan Pusat dipastikan tetap aman karena ditopang oleh Pengolahan Air Kaligarang dan SPAM Semarang Barat
Sementara itu, Kepala Humas PDAM Tirta Moedal, Mayang Charisma, mengatakan PDAM terus memantau kondisi sumber air dan akan mengevaluasi jadwal distribusi apabila debit kembali meningkat. Jika kondisi membaik, pelayanan diharapkan dapat kembali normal selama 24 jam.












