Karya-karya terbaik siswa dibukukan, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, dan disebarluaskan ke berbagai perpustakaan. Sejumlah karya juga dikembangkan menjadi film pendek.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan literasi yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas membaca, tetapi juga memberikan ruang bagi anak muda untuk berkarya, memperkenalkan identitas lokal, dan menyampaikan gagasan melalui berbagai media.
Penguatan literasi Kota Semarang turut diperluas melalui kerja sama internasional. Salah satunya melalui Residensi Silang Rimbaud yang melibatkan Kedutaan Besar Prancis, Institut français d’Indonésie, Alliance Française Semarang, dan Cité internationale de la langue française.
Program tersebut menghadirkan penulis Prancis, Louis-Philippe Dalembert, untuk menjalani residensi selama tiga bulan, mulai September hingga November 2026, di Kota Semarang.












