Awalnya aktivitas melaut berlangsung normal. Namun, sekitar pukul 21.00 WIB, kondisi gelombang mulai meninggi.
Ketiga nelayan tersebut kemudian memutuskan untuk menarik jangkar dan bersiap menghadapi kondisi laut yang semakin kurang bersahabat.
Saat proses menarik jangkar itulah gelombang besar datang dan membuat Sakim terpental hingga jatuh ke laut.
“Dua nelayan lainnya yang berada di lokasi secara spontan berusaha memberikan pertolongan. Namun, kondisi gelombang yang cukup besar menyebabkan korban hanyut dan akhirnya hilang terbawa arus,” ujar Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono.
Kedua rekan korban terus berupaya mencari dan memberikan pertolongan. Namun, derasnya arus serta gelombang yang tinggi membuat upaya penyelamatan menjadi sulit dilakukan.
Setelah kapal berhasil bersandar di Dermaga Lemah Abang, kedua nelayan tersebut segera melaporkan kejadian kepada pengurus setempat.












