“Melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ini, diharapkan para guru dan pengelola media sosial SMP di Kota Semarang memperoleh wawasan dan keterampilan untuk mengemas aktivitas sekolah menjadi konten yang informatif, edukatif, dan inspiratif,” ungkapnya.
Sementara itu, pembicara Otong Fajari mengatakan pengelolaan media sosial sekolah perlu menerapkan prinsip jurnalistik, perencanaan konten yang matang, serta kreativitas agar informasi pendidikan dapat tersampaikan secara menarik dan menjangkau masyarakat luas.
Publikasi tidak cukup hanya berupa dokumentasi kegiatan, tetapi harus mampu menyampaikan pesan yang informatif, edukatif, dan membangun citra positif sekolah. Dengan demikian, media sosial tidak hanya menjadi sarana dokumentasi, tetapi juga instrumen untuk memperkuat publikasi dan membangun citra positif satuan pendidikan.












