” Pembuatan konten media sosial sekolah memiliki prinsip yang tidak jauh berbeda dengan proses jurnalistik dalam menyusun berita. Informasi mengenai fasilitas sekolah, prestasi siswa, pencapaian guru, kegiatan pembelajaran, hingga kebijakan pendidikan merupakan materi penting yang perlu diketahui masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, setiap konten harus dikemas dengan informasi yang jelas dan memiliki nilai bagi audiens. Prinsip dasar jurnalistik 5W+1H, yakni what (apa), who (siapa), when (kapan), where (di mana), why (mengapa), dan how (bagaimana), dapat diterapkan agar pesan yang disampaikan melalui media sosial lebih lengkap dan mudah dipahami.
“Materi yang sederhana dapat menjadi menarik apabila disampaikan melalui sudut pandang, narasi, dan visual yang tepat,” tambahnya.
Menurutnya, guru yang bertugas sebagai pengelola media sosial sekolah perlu mendapatkan dukungan memadai. Sebab, tugas publikasi membutuhkan waktu, tenaga, dan kreativitas, sementara para guru juga memiliki tanggung jawab utama dalam kegiatan pembelajaran.












