Perbedaan kondisi di setiap wilayah tersebut menjadi perhatian Pemkot Semarang dalam mengembangkan pengelolaan KKMP.
Pemerintah daerah menilai pola pengelolaan perlu disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah agar keberadaan koperasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Agustina mengatakan pemetaan dan evaluasi secara berkala akan terus dilakukan, termasuk terhadap pemenuhan fasilitas pendukung di setiap lokasi pelaksanaan program.
Menurutnya, keberhasilan program prioritas nasional di daerah tidak hanya bergantung pada kesiapan pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk jajaran TNI dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan pemetaan terhadap kebutuhan di setiap lokasi. Hasil inventarisasi lapangan dan arahan dari tim pusat menjadi acuan teknis bagi seluruh jajaran terkait di Semarang untuk terus menyempurnakan implementasi program ke depan,” pungkas Agustina.***












