Letak geografis Semarang yang berada di jalur Pantai Utara (Pantura) dan terhubung dengan Tol Trans-Jawa menjadi salah satu keunggulan dalam menarik investasi.
Dukungan infrastruktur transportasi, seperti Pelabuhan Tanjung Emas, Bandara Ahmad Yani, dan Stasiun Tawang, juga memperkuat konektivitas untuk mendukung distribusi barang dan perluasan jaringan pasar.
Ia menegaskan, karakter investasi Kota Semarang memiliki perbedaan dengan sejumlah daerah di sekitarnya yang lebih berkembang sebagai kawasan industri manufaktur.
Karena itu, peluang investasi tidak hanya diarahkan pada pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga perdagangan, jasa, pariwisata, dan sektor potensial lainnya.
“Investasi di Kota Semarang tidak hanya pembangunan pabrik, tidak hanya pembangunan berbagai macam titik-titik untuk produksi barang, tetapi juga menawarkan investasi di bidang perdagangan dan jasa,” katanya.












