Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara, mengatakan Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam mendukung perkembangan industri otomotif nasional.
Menurut dia, data penjualan kendaraan hingga April 2026 menunjukkan Jawa Tengah telah mencatatkan penjualan sebanyak 14.195 unit atau sekitar 5,1 persen dari total penjualan kendaraan secara nasional.
“Jawa Tengah memiliki peluang yang sangat besar bagi industri otomotif nasional,” ujar Kukuh.
Potensi tersebut, lanjut Kukuh, semakin diperkuat dengan berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di Jawa Tengah.
Ia menyebut masuknya investasi sekitar Rp15 triliun ke Kawasan Industri Seafer (KIS) di Kabupaten Kendal menjadi salah satu indikasi besarnya kepercayaan investor terhadap perkembangan industri otomotif di wilayah tersebut.
Investasi tersebut mencakup pengembangan sejumlah komponen kendaraan listrik, mulai dari baterai, ban, hingga suku cadang untuk kendaraan listrik komersial dan sepeda motor listrik.












