Upaya tersebut berhasil mengubah kondisi sungai menjadi lebih bersih, jernih, dan dipenuhi ikan, sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Namun, kondisi tersebut tidak bertahan lama akibat keterbatasan biaya dan dukungan.
Ia mengaku sempat kehilangan pekerjaan selama pandemi, sehingga tidak mampu lagi merawat ekosistem sungai yang telah dibangunnya.
“Kalau ada dukungan dari pemerintah dengan sistem seperti itu, saya yakin sungai di Semarang bisa bersih dan penuh ikan,” ujarnya.
Kini, dengan kondisi sungai yang kembali tercemar dan populasi ikan sapu-sapu yang terus meningkat, Rachman berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah.
“Kalau Jakarta bisa, Semarang juga harus bisa,” tegasnya.***












