Puncaknya terjadi pada hari pelaksanaan di Simpang Lima, di mana ribuan botol plastik berhasil dihimpun sekaligus menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara kolektif oleh masyarakat.
“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari mulai dari diri sendiri. Buang sampah pada tempatnya, dan botol plastik bisa kita tukar jadi lumpia,” kata Wali Kota Semarang yang akrab disapa Agustina itu.
Selain berdampak pada lingkungan, Lumpiavaganza juga memberi ruang besar bagi penguatan ekonomi lokal.
Sebanyak 33 UMKM klaster lumpia di Kota Semarang dilibatkan untuk melayani penukaran voucher, sehingga perputaran ekonomi tetap berjalan sekaligus memperkuat posisi lumpia sebagai ikon kuliner khas ibu kota Jawa Tengah tersebut.












