Menurutnya, keberadaan Satlinmas memiliki posisi strategis karena menjadi ujung tombak dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap kondisi di sekitarnya.
“Keamanan bukan hanya soal tidak adanya gangguan, melainkan situasi saat anak-anak dapat bermain dengan tenang, pelaku usaha bekerja dengan nyaman, dan wisatawan merasa terlindungi,” ujar Iswar saat membacakan pesan Wali Kota Semarang.
“Di situlah tumbuh kepercayaan terhadap kota kita,” imbuhnya.
Ia menegaskan, Satlinmas tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga menjadi perekat kehidupan sosial masyarakat.
Kehadiran mereka di tingkat RT dan RW dinilai mampu menciptakan rasa aman sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga ketenteraman lingkungan.
Menurut Iswar, penguatan peran Satlinmas turut menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan Kota Semarang meraih predikat sebagai kota dengan tingkat toleransi terbaik ketiga di Indonesia berdasarkan Indeks Kota Toleran yang dirilis Setara Institute.












