Ia menyampaikan permohonan maaf dari Menteri UMKM, Wakil Menteri UMKM, dan Sekretaris Kementerian UMKM yang berhalangan hadir karena agenda kenegaraan.
Menurut Sudaryano, secara nasional UMKM memberikan kontribusi sekitar 61,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional, sehingga menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.
“Di tengah perlambatan ekonomi global, Indonesia diproyeksikan tetap tumbuh di kisaran 5,4 hingga 5,6 persen. Salah satu kekuatan terbesar bangsa ini adalah sekitar 65 juta pelaku UMKM yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Ia juga menjelaskan Kementerian UMKM telah meluncurkan platform digital SAPA UMKM sebagai sistem data nasional yang mengintegrasikan informasi pelaku usaha dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
“Melalui SAPA UMKM, pelaku usaha akan semakin mudah memperoleh akses pembiayaan, akses pasar, kemitraan, hingga rantai pasok. Ke depan, rekam jejak digital usaha juga akan mempermudah proses penilaian kredit oleh lembaga perbankan sehingga pembiayaan menjadi lebih cepat dan akurat,” jelasnya.












