“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan. Kami berharap pesan tentang pentingnya makan sehat dapat terus diterapkan di sekolah maupun di rumah,” ungkap Yohanes.
Sementara itu, Dosen pengampu Mata Kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas USM, Dr. Yulianto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk penerapan ilmu komunikasi secara langsung kepada masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga belajar bagaimana menghadirkan program komunikasi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam isu kesehatan anak,” kata Dr. Yulianto.
Dalam paparannya, Khoirunisa Putri Salsabila menjelaskan bahwa anak usia dini sangat membutuhkan asupan gizi seimbang karena berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik maupun perkembangan otak anak.












