“Seluruh siswa yang sempat dirawat di Puskesmas Halmahera sudah membaik dan dipulangkan. Pasien yang masih menjalani perawatan di RSUD KRMT Wongsonegoro, RS Bhakti Wira Tamtama, serta Puskesmas Bangetayu juga terus menunjukkan perkembangan yang signifikan,” ujarnya.
Selain memastikan pelayanan medis berjalan optimal, Dinkes Kota Semarang juga menjamin seluruh korban memperoleh akses layanan kesehatan tanpa kendala pembiayaan. Penanganan pasien di puskesmas maupun rumah sakit dilakukan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan.
“Seluruh proses perawatan medis para siswa dan guru berjalan optimal dengan skema penjaminan JKN. Kami memastikan hak pelayanan kesehatan masyarakat terpenuhi sesuai prosedur yang berlaku,” kata Hakam.
Meski kondisi telah berangsur membaik, Dinkes Kota Semarang belum menghentikan pengawasan. Tim Gerak Cepat (TGC) masih disiagakan untuk memantau perkembangan kesehatan para siswa dan guru hingga seluruh pasien rawat inap dinyatakan pulih sepenuhnya dan dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.












