Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang menyiapkan sekitar 150 stan dalam expo tersebut.
Selama empat hari pelaksanaan, kegiatan ditargetkan mampu menarik hingga 40.000 pengunjung dengan nilai transaksi sekitar Rp2 miliar.
Wali Kota Magelang: Event Menjadi Penggerak Ekonomi
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono dalam sambutannya menegaskan bahwa penyelenggaraan event bukan sekadar menghadirkan keramaian di pusat kota.
Menurut Damar, kegiatan seperti Borobudur Indonesia Expo menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia menyebut Kota Magelang memiliki keterbatasan sumber daya alam sehingga kekuatan utama daerah diarahkan pada kualitas sumber daya manusia, inovasi, kreativitas, sektor jasa dan ekonomi kreatif.
“Tidak ada tambang, tidak ada hutan, tidak ada kebun, tidak ada pabrik. Adanya adalah sumber daya manusia (SDM) yang mempunyai kualitas tinggi, SDM yang mempunyai inovasi, kreativitas tinggi,” kata Damar.












