Musrenbang tersebut diikuti 714 peserta secara luring maupun daring. Mereka berasal dari unsur pemerintah, DPRD, instansi vertikal, akademisi hingga organisasi kemasyarakatan.
Agustina menjelaskan, pembangunan Kota Semarang diarahkan untuk mewujudkan kota sebagai pusat ekonomi yang maju, berkeadilan sosial, lestari, dan inklusif.
Arah tersebut diwujudkan melalui lima pilar pembangunan, yakni Semarang Bersih, Semarang Sehat, Semarang Cerdas, Semarang Makmur, dan Semarang Tangguh.
“Lingkungan yang baik menopang kesehatan, masyarakat yang sehat dan cerdas memperkuat produktivitas, ekonomi yang tumbuh menciptakan kesejahteraan, dan semuanya membutuhkan tata kelola serta kota yang tangguh,” jelasnya.
Sebagai pijakan, sejumlah indikator pembangunan Kota Semarang pada 2025 menunjukkan capaian positif.
Pertumbuhan ekonomi tercatat 6,49 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 85,80, angka kemiskinan turun menjadi 3,80 persen, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 5,65 persen.












