Suasana semakin meriah saat rombongan pawai tiba di Simpang Lima. Di hadapan warga, Agustina turut menjelaskan filosofi Warak Ngendok sebagai simbol perpaduan berbagai budaya dan keyakinan yang telah lama hidup berdampingan di Semarang.
Ia menambahkan, berbagai kegiatan karnaval keagamaan yang rutin digelar, seperti Dugderan dan Karnaval Paskah, tidak hanya memperkuat kerukunan, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan sektor ekonomi dan pariwisata kota.
“Kerukunan lintas agama di Semarang terbukti memberikan dampak langsung pada penguatan ekonomi dan pariwisata. Kita buktikan bahwa Semarang selalu damai, kondusif, dan siap untuk terus maju,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga mengumumkan agenda besar berikutnya dalam rangka peringatan HUT ke-479 Kota Semarang, yakni Semarang Night Carnival (SNC) yang akan digelar pada 2 Mei mendatang.












