Ia menilai, aspek terpenting dari kerja sama ini adalah transfer teknologi, terutama di bidang pengolahan air limbah yang dinilai masih memerlukan penguatan.
“Yang paling penting justru teknologi yang lebih maju karena terus terang kita masih tertinggal, khususnya dalam pengolahan air limbah,” ungkapnya.
Ke depan, teknologi tersebut diharapkan tidak hanya mampu mengolah limbah menjadi air baku, tetapi juga berpotensi menghasilkan air yang layak diolah menjadi air minum.
“Pengolahan air limbah itu nantinya bisa menjadi air baku, bahkan dapat diolah menjadi air minum,” pungkasnya.












